Qian Hong yang Tabah
By | July 9, 2009
Qian HongYan - Gadis Puntung yang masih tersenyum menyambut dunia Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.
Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl. Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret > tubuhnya dan tidak mengeluh, > > walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kali.
ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana . Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia Setelah bbrp lama, Ada yang berbaik hati dan menyumbangkan kedua kaki palsu untuk Qian HongYan Menghibur Teman Senasib dan . Happy aja, Masih Tersenyum menyambut dunia ini..
Akan kah kita masih mengeluh dengan kondisi kita? karena alasan hal hal yg
> > kecil.
> > Tidak ada apa apa nya keadaan kita apabila
> dibandingkan dengan keadaan Gadis
> > belia Qian Hong n Yan, yang dapat tetap ceria dan
> bersemangat meskipun
> > kekurangan organ tubuh nya yang sangat vital,
> mobilitas sangat terhambat,
> > keadaan ekonomi yang sangat lemah…. Tetapi tetap
> senyum nya adalah
> > anugerah dari Tuhan yang terindah…..
Topics: believe, motivation | No Comments »
Kisah sebuah pencil
By | July 8, 2009
Seorang
anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek
lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar
pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada
cucunya,
“Sebenarnya
nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi
tulisan
ini yaitu pensil yang nenek pakai.
“Nenek
harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si
nenek
lagi.
Mendengar
jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali
kepada si
nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek
pakai.
“Tapi
nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya..” Ujar
si
cucu
Si
nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat
pensil ini.”
“Pensil
ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam
menjalani
hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup
ini.” Read the rest of this entry »
Topics: inspirational | No Comments »
Kebanggan bukan berdasarkan materi
By | May 26, 2009
Beberapa waktu silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?”, tanya si Pemuda.
“Oh… Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu.
” Wouw….. hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu, pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.
“Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??”
“Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :
“Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.”
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”..
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, “Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak.
Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar ”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani “??
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak…. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Topics: inspirational | No Comments »
Berat Segelas Air
By | March 9, 2009
Pada Saat Kuliah Tentang Manajemen Stress,
>
> Stephen Covey Mengangkat Segelas Air Dan Bertanya Kepada Para
> Siswanya,
>
> “Seberapa Berat Menurut Anda, Kira-Kira Segelas Air Ini..?”
>
> Para Siswa Menjawab Mulai Dari 200 Gram Sampai 500 Gram,
>
> “Ini Bukanlah Masalah Berat Absolutnya..
> Tapi Tergantung Berapa Lama Anda Memegangnya. .” Kata Covey,
>
> “Jika Saya Memegangnya Selama 1 Menit.. Tidak Ada Masalah..”
>
> “Jika Saya Memegangnya Selama 1 Jam… Lengan Kanan Saya Akan
> Sakit..”
>
> “Dan Jika Saya Memegangnya Selama 1 Hari Penuh..
> Mungkin Anda Harus Memanggilkan Ambulans Untuk Saya..”
>
> “Beratnya Sebenarnya Sama.. Tapi Semakin Lama Saya Memegangnya. .
> Maka Bebannya Akan Semakin Berat..”
>
> “Jika Kita Membawa Beban Kita Terus Menerus..
> Lambat Laun Kita Tidak Akan Mampu Membawanya Lagi..”
>
> “Beban Itu Akan Meningkat Beratnya..”
> Lanjut Covey,
>
> “Apa Yang Harus Kita Lakukan Adalah Meletakkan Gelas Tersebut..
> Istirahat Sejenak Sebelum Mengangkatnya Lagi..”
>
> “Kita Harus Meninggalkan Beban Kita Secara Periodik..
> Agar Kita Dapat Lebih
> Segar Dan Mampu Membawanya Lagi..”
>
> “Jadi Sebelum Pulang Ke Rumah Dari Pekerjaan Sore Ini.. Tinggalkan
> Beban Pekerjaan… .”
>
> “Jangan Bawa Pulang.. Beban Itu Dapat Diambil Lagi Besok..”
>
> “Apapun Beban Yang Ada Di Pundak Anda Hari Ini…
> Coba Tinggalkan Sejenak Jika Bisa..”
>
> “Setelah Beristirahat. . Nanti Dapat Diambil Lagi..”
>
> “Hidup Ini Singkat.. Jadi Cobalah Menikmatinya Dan Memanfaatkannya.
> .!”
>
> “Hal Terindah Dan Terbaik Di Dunia Ini Tak Dapat Dilihat, Atau
> Disentuh..”
>
>
> “Tapi Dapat Dirasakan Jauh Di Relung Hati Kita..!”
> Catatan:
> Demikian pula dengan stress,
> bila kita tidak mampu melepaskan sedikit demi sedikit, tentu anda
> dapat membayangkan apa yang akan terjadi ?!
> di copy paste dari: kiriman Fiena Rosalina
>
Topics: inspirational | No Comments »
The Beauty Of Love
By | January 8, 2009
Ditengah arus mode banyaknya perceraian yang beritanya membombardir kita lewat Televisi maupun Koran, ada baiknya kita melihat pasangan ini,
Bagaimana menurut anda?
Topics: inspirational | No Comments »
Mahalnya Sebuah Karir
By | January 7, 2009
Kisah Nyata /bukan tidak jadi masalah
Yang penting , kita bisa mengabil hikmahnya
Sebuah kesaksian yang perlu direnungkan….
Apa yang kita cari sekarang ini….
Demi uang???? atau Demi Karier???
Atau…..
Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan
multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang
berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka
saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan
menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.
Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru
saja meninggal karena overdosis narkotika.
Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih
terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan
karena memikirkan musibah ini.
Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarang
masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa
sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya
harapkan.
Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah
pembantu kami..
Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.
Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak
Begitu hebat pada putri kami. Read the rest of this entry »
Topics: inspirational | No Comments »
Mewujudkan Impian Kita Atau Membantu Mewujudkan Impian Orang Lain
By | September 30, 2008
(Embedded image moved to file: pic24484.gif)
sebelah kanan (foto)
Tenzing Norgay?…..apaan sih…..atau. ..siapa sih….
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan
mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut berasal?…. .
Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga
belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya kalau
yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah
mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti
seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil
mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat
ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.
Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu
bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing
Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund
Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan
Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest
pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama
didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan
pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu
tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha
menaklukkan Everest mengalami kegagalan.
Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat
baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk
mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena
keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari
Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi
orang yang paling dikenal di seluruh dunia.
Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat
besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua
yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu yang
membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa
saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest
bukan Sir Edmund Hillary.
Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari
puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir
Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing
Norgay, berikut cuplikannya :
Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak
gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali
Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya
posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi
orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest ? Read the rest of this entry »
Topics: inspirational, mission | 4 Comments »
Never Give Up……Keep Moving Forward….
By | September 16, 2008
> Sent: Wednesday, September 10, 2008 7:41 AM
> Subject: One touching true story ….Never Give Up……Keep Moving
> forward….
>
>
> Kisah yang mengharukan. ……… ……
>
> Cuma mau berbagi cerita yang bagus untuk dicontoh dan membuat motivasi
> bagi kita untuk tidak menyerah dengan keadaan yang kurang beruntung.
> ..
> Smoga bermanfaat..
>
> Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa,
> sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada papanya,
> hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan
> dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki
> yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut
> anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat
> demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki
> apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk
> menganugerahi penghargaan Negara yang tinggi kepadanya.
> Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah
> melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk
> China .
>
> Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China , di Propinsi Jiangxu, kota
> Nanjing , serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok
> negeri,memberikan penghargaan kepada 10
> (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
>
> Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah
> tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit
> keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang
> tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini
> memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun
> untuk mengambil tanggungja wab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia
> harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga
> harus memikirkan obat-obat yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam
> kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.
>
> Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan
> pahit ini. Ia hanyalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus
> menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat
> Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Read the rest of this entry »
Topics: inspirational, dream, motivation | 4 Comments »
Apakah Kita Telah Berubah?
By | September 14, 2008
Suatu cerita yang dikirim oleh teman saya yang saya kira cukup punya banyak nilai untuk ditampilkan. Terimakasih untuk Bp. Andy yang menulis cerita ini.
Kaca Spion
oleh Andy F. Noya
Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan
Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said,
ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke
baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan.
Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga
suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa
lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya
mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan
dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi
mengapa rasanya jauh berbeda?
Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal
rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah.
Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu
mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya.
Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib
yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya
merasa begitu bahagia. Biasanya satu sampai dua jam saya di
masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati. Bau harum
buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang.
Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak
gado-gado di sudut jalan, di luar pagar. Kain penutupnya khas, warna
hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero
sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah
satu piring lagi. Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya
bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang
Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya terus
meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan
Metro TV.
Sampai suatu hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di
sudut jalan itu. Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya
menjadi gundah. Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan
kegundahan tersebut. Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi
menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu
hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan
punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi
sombong karenanya. Read the rest of this entry »
Topics: inspirational, success | 1 Comment »
“You don’t have to put an age limit on your dreams”
By | September 14, 2008
At the age of 41, Dara Torres is the first Olympic swimmer to compete in FIVE different Olympic games, oldest swimmer to win an Olympic medal and the first woman in history to swim in the Olympics past the age of 40.Upon winning her third Silver medal at the Beijing 2008 Games, she answered a question about her age with the very telling statement, “You don’t have to put an age limit on your dreams.”
So whether you think you’re too young or you’re too old, forget your age and get started going after your DREAM!
Topics: motivation | No Comments »
