« Competition? | Home | Be different »
Resiko dalam mengambil keputusan
By | November 5, 2007
Kamis malam kami (saya beserta beberapa staff perusahaan) melakukan perjalanan menuju Bali dari kantor kami di Surabaya. Dalam perjalanan kami mengalami macet berat pada saat keluar dari kota Pasuruan menuju Probolinggo. Melihat kemacetan yang cukup panjang kami menjadi resah, mengingat ada beberapa janji bisnis yang kami punya di Bali. Setelah setengah jam menunggu mobil baru bisa berjalan, itupun paling cuman sekitar 50 meter. Melihat kondisi ini akhirnya kami memutuskan mengambil jalan melalui pinggir jalan yang beraspal. Yaitu melalui jalan berbatu dan tanah yang hanya cukup dilalui satu buah mobil ditengah himpitan truk besar. Karena kalau kita ambil jalur kanan jalan kami takutkan akan menyebabkan kemacetan yang lebih parah. Satu hal yang sebenarnya tidak suka saya lakukan karena kami kawatir akan diikuti mobil lain juga.
Dengan jalan begitu sedikit demi sedikit kami bisa lepas dari kemacetan tersebut sekitar 1 jam. Setelah berjalan sekitar 2 km an kami mulai merasa ada yang tidak beres dengan mobil yang kami tumpangi, karena setiap melintasi jalan berlubang/tidak rata kami mendengan bunti yang cukup keras di bagian bawah mobil kami.
Dari situ saya mulai sadar bahwa dengan melakukan jalan darurat seperti diatas kami mengalami kerusakan pada bagian tertentu dari mobil yang kami tumpangi. Ada sedikit penyesalan tetapi saya sadar bahwa selalu ada resiko pada setiap keputusan yang kita ambil. Menunggu kemacetan akan membuat kita terlambat dan mengacaukan jadwal pertemuan yang telah kita susun, tetapi disisi yang lain kita dihadapkan dengan resiko kerusakan di mobil yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Masalahnya adalah seharusnya saya mempersiapkan jadwal dan rencana keberangkatan dengan lebih rapi. Resiko seperti ini selalu ada apalagi bila tujuan kita cukup jauh.
Sama seperti kita berusaha mencapai target dan impian kita, selalu ada resiko dan hambatan yang bisa kita jumpai, terutama apabila kita mempunyai impian yang cukup besar. Kita harus mempersiapkan diri dengan semua itu. Terutama mental apabila mengalaminya. Tapi tentunya kita juga tidak bisa menunggu saat yang sempurna. Tidak ada saat yang sempurna untuk memulai sesuatu, yang ada adalah saat dimana kita memutuskan bahwa kita siap menghadapi resiko yang akan kita temui dalam perjalanan kita nanti.
Topics: Uncategorized |
