Feed

Mencari Dgn Google

Google

Gratis :

"Business Link"


MP3, Newsletter, Ebook Gratis dari Brian Tracy:

Brian Tracy Home Page
  • Yohanes Tantama

    Motivasi dibarengi dengan sikap mental positif akan membawa anda kepada kesuksesan yang sejati. ...... Mari kita hidup penuh semangat dan sukacita
  •  

    September 2010
    M T W T F S S
    « Jul    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Artikel Terbaru

  • Kategori

  • Kumpulan artikel

  • Masukan terbaru

    • magicalboy chandra: ini benar-benar motivasi buat saya yg lagi terpuruk dan di dalam hidup ini saya yakin gak ada yg...
    • echa: aku ga tau….apakah aku termasuk orang yang termasuk termotivasi apa ga,,,,tapi aku ngerasa,,,,kalo udah...
    • yohanes tantama: Memang tidak mudah tapi semoga kesadaran dari hati nurani masih membuat kita mau bergulat dengan...
    • Tangguh MP: Mr. Yohanes, setelah saya membaca artikel anda, muncul suatu pertanyaan dalam benak saya. bagamiana...
    • tony: Sekalipun tantangan demi tantangan menghadang..Zhang Da tetap tegar menghadapinya. Ketulusan dan kepolosan...
    • tony: Pak Yohanes, tks untuk artikel kaca spion-nya Andy Noya. Itulah sukacita Tuhan yang terpancar pd bung Andy....
    • : Salam kenal juga Pak
    • Rudy Hermawan: Penderitaan mendewasakan orang…cinta membuatnya semakin matang. Terima kasih untuk inspirasi...
    • Yohanes T: 1. Kita bisa berdiskusi Pak saling berbagi pengalaman. Kirim saja email ke yohanes.progress@gmail.com. 2....
    • Dedy Prasetio: Dear Mr Yohaness, saya membaca artikel anda sungguh menggugah saya untuk terus belajar dan belajar...
  • « Hidup adalah Proyek yang Engkau Kerjakan Sendiri | Home | Mengalahkan dengan cerdik »

    HARGA SEBUAH BAJU - Jangan menilai orang lain dari penampilan

    By | January 17, 2008

    Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang
    berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di
    Boston , dan
    berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University .

    Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa
    mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di
    Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

    “Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.

    “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.

    “Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.

    Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
    pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya
    tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk
    melaporkan kepada sang pemimpinnya.

    “Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,”
    katanya pada sang Pimpinan Harvard.

    Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting
    dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.

    Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian
    usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin
    Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

    Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun
    pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi
    setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan
    peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?” tanyanya,
    dengan mata yang menjeritkan harap.

    Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak
    terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu
    untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu,
    tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

    “Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat,

    “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah
    gedung untuk Harvard.”

    Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar
    dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah
    kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5
    juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

    Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang.
    Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

    Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar
    itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri
    saja ?”

    Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
    Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
    perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah
    Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang
    anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah
    Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

    Pesan Moral :

    Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai.
    Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak
    ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.

    “Though you cannot go back and make a brand new start, my friend. Anyone can
    start from now and make a brand new end”

    ~Dr. John C. Maxwell~

    Topics: inspirational, mission |

    Comments