« Apakah Bermimpi Itu Susah? | Home | Kami Tidaki Butuh Keajaiban (Belajar dari pelatih Turki di Euro yang Sensational) »
Jangan Menilai Orang Lain Dari Penampilan
By | June 11, 2008
Berikut kisah yang dikirim dari teman saya yang setia memberi kisah kisah inspirational, terimakasih Pak Robby.
Suatu kisah yang memberi pelajaran kepada kita agar kita berhati hati menilai orang lain. Bahkan menilai diri kita sendiripun kita kadang salah. Jangan melihat diri anda dari kekurangan yang anda punya. Temukanlah sisi terbaik/positif dari diri anda sendiri (juga terhadap orang lain)
Dua negro dalam Lift
Baru-baru ini di Atlantic City - AS,
seorang wanita memenangkan sekeranjang
koin dari mesin judi. Kemudian ia
bermaksud makan malam bersama
suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak
menurunkan sekeranjang koin tersebut
di kamarnya. Maka ia pun menuju lift.
Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang
hitam di dalamnya. Salah satunya
sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali.
Wanita itu terpana. Ia berpikir, “Dua
orang ini akan merampokku.” Tapi
pikirnya lagi, “Jangan menuduh, mereka
sepertinya baik dan ramah.”
Tapi rasa rasialnya lebih besar
sehingga ketakutan mulai menjalarinya.
Ia berdiri sambil memelototi kedua
orang tersebut. Dia sangat ketakutan
dan malu. Ia berharap keduanya tidak
dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan,
mereka harus tahu yang saya pikirkan!
Untuk menghindari kontak mata, ia
berbalik menghadap pintu lift yang
mulai tertutup. Sedetik . . . dua
detik . . . dan seterusnya.
Ketakutannya bertambah! Lift tidak
bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan,
saya terperangkap dan mereka akan
merampok saya. Jantungnya berdebar,
keringat dingin mulai bercucuran.
Lalu, salah satu dari mereka
berkata, “Hit the floor” (Tekan
Lantainya). Saking paniknya, wanita
itu tiarap di lantai lift dan membuat
koin berhamburan dari keranjangnya.
Dia berdoa, ambillah uang saya dan
biarkanlah saya hidup.
Beberapa detik berlalu. Kemudian dia
mendengar salah seorang berkata dengan
sopan, “Bu, kalau Anda mau mengatakan
lantai berapa yang Anda tuju, kami
akan menekan tombolnya.” Pria tersebut
agak sulit untuk mengucapkan kata-
katanya karena menahan diri untuk
tertawa.
Wanita itu mengangkat kepalanya dan
melihat kedua orang tersebut.
Merekapun menolong wanita tersebut
berdiri. “Tadi saya menyuruh teman
saya untuk menekan tombol lift dan
bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di
lantai lift,” kata seorang yang
bertubuh sedang.
Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk
tidak tertawa. Wanita itu
berpikir , “Ya Tuhan, betapa malunya
saya. Bagaimana saya harus meminta
maaf kepada mereka karena saya
menyangka mereka akan merampokku.”
Mereka bertiga mengumpulkan kembali
koin-koin itu ke dalam keranjangnya.
Ketika lift tiba di lantai yang dituju
wanita itu, mereka berniat untuk
mengantar wanita itu ke kamarnya
karena mereka khawatir wanita itu
tidak kuat berjalan di sepanjang
koridor. Sesampainya di depan pintu
kamar, kedua pria itu mengucapkan
selamat malam, dan wanita itu
mendengar kedua pria itu tertawa
sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali
ke lift.
Wanita itu kemudian berdandan dan
menemui suaminya untuk makan malam.
Esok paginya bunga mawar dikirim ke
kamar wanita itu, dan di setiap kuntum
bunga mawar tersebut terdapat lipatan
uang sepuluh dolar.
Pada kartunya tertulis: “Terima kasih
atas tawa terbaik yang pernah kita
lakukan selama ini.”
Tertanda:
> Eddie Murphy
> Michael Jordan
(Eddie Murphy adalah bintang film
Holywood, dan Michael Jordan adalah
bintang basket NBA)
Topics: inspirational |
