« Never Give Up……Keep Moving Forward…. | Home | Mahalnya Sebuah Karir »
Mewujudkan Impian Kita Atau Membantu Mewujudkan Impian Orang Lain
By | September 30, 2008
(Embedded image moved to file: pic24484.gif)
sebelah kanan (foto)
Tenzing Norgay?…..apaan sih…..atau. ..siapa sih….
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan
mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut berasal?…. .
Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga
belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya kalau
yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah
mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti
seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil
mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat
ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.
Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu
bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing
Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund
Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan
Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest
pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama
didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan
pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu
tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha
menaklukkan Everest mengalami kegagalan.
Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat
baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk
mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena
keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari
Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi
orang yang paling dikenal di seluruh dunia.
Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat
besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua
yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu yang
membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa
saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest
bukan Sir Edmund Hillary.
Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari
puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir
Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing
Norgay, berikut cuplikannya :
Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak
gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali
Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya
posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi
orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest ?
Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai
puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan
menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung
Tertinggi di dunia….
Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???
Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary , bukan impian
saya…..impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih
IMPIAN nya.
Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama Tenzing
Norgay. Ia tidak menjadi serakah, ataupun iri dengan keberhasilan, nama
besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir Edmund Hillary. Ia cukup
bangga dapat membantu orang lain mencapai & mewujudkan IMPIAN nya.
Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara pribadi
terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita sendiri, siapa
yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus, penghargaan, insentif
dan sebagainya. Sebagai renungan “Bisakah kita menjadi seperti Tenzing
Norgay?” …..sebenarnya bukan Bisa atau Tidak…tapi MAU atau TIDAK!
ps. konon foto diatas adalah foto satu-satunya yang diambil oleh sang
reporter.
Bagaimana menurut Anda?
Topics: inspirational, mission |

October 5th, 2008 at 2:43 pm
Dear Mr Yohaness,
saya membaca artikel anda sungguh menggugah saya untuk terus belajar dan belajar bagaimana menggumuli dunia ini.Terima-kasih atas tulisan anda yang menjadi inspirasi saya untuk mengatasi permasalahan saya.Perkenankanlah saya mengajukan beberapa pertanyaan:
1. apakah saya boleh berkonsultasi kepada Bapak mengenai usaha yang sedang saya rintis?
2. bagaimana pendapat Bapak tentang pengampunan kepada orang lain yang telah menyakiti hati kita?
October 6th, 2008 at 2:59 am
1. Kita bisa berdiskusi Pak saling berbagi pengalaman. Kirim saja email ke yohanes.progress@gmail.com.
2. Saya pernah mendapat cerita begini, ada seseorang complain kepada Tuhan mengapa hidupnya begitu berat. Tuhan kasih dia sebuah karung dan berkata, setiap kali kamu melihat kesalahan orang lain dan sakit hati padanya maka kamu masukkan satu batu kecil kedalam karungmu, sebaliknya setiap kali kamu dapat bersukacita dengan orang lain dan menyadari kesalahanmu kamu ambil batu tadi dari karung yang kamu pikul. Setelah beberapa bulan karung dan beban itu bukan bertambah ringan tetapi semakin berat saja.
Sang pemuda bertanya lagi dan Tuhan meminta dia merenungkan apa yang telah dia jalani, akhirnya dia tahu apa yang menyebabkan bebannya semakin berat.
Sukses buat anda.
December 6th, 2008 at 3:49 am
Mr. Yohanes, setelah saya membaca artikel anda, muncul suatu pertanyaan dalam benak saya.
bagamiana mungkin muncul individu yang berjiwa layaknya seorang Tenzing Norgay dalam situasi seperti saat ini, dimana semua orang terlalu sibuk memikirkan diri sendiri? Bukankah sifat dasar dari manusia adalah mengutamakan ke”aku”annya saat individu tersebut berhasil memperoleh apa yang dicita-citakannya.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah Sir Edmund Hillary mengakui tentang apa yang dilakukan oleh Tenzing Norgay?
Cukup sekian Mr. Yohanes, cerita yang baru sekali ini saya ketahui dan menjadi dasar untuk merubah mindset saya.
terimakasih.
Sukses untuk anda.
Semoga Tuhan selalu memberkati
December 8th, 2008 at 10:47 am
Memang tidak mudah tapi semoga kesadaran dari hati nurani masih membuat kita mau bergulat dengan kelemahan kita untuk tetap memberikan waktu buat orang lain dalam kesempitan kita. Tuhan memberkati juga pak