Feed

Mencari Dgn Google

Google

Gratis :

"Business Link"


MP3, Newsletter, Ebook Gratis dari Brian Tracy:

Brian Tracy Home Page
  • Yohanes Tantama

    Motivasi dibarengi dengan sikap mental positif akan membawa anda kepada kesuksesan yang sejati. ...... Mari kita hidup penuh semangat dan sukacita
  •  

    September 2010
    M T W T F S S
    « Jul    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Artikel Terbaru

  • Kategori

  • Kumpulan artikel

  • Masukan terbaru

    • magicalboy chandra: ini benar-benar motivasi buat saya yg lagi terpuruk dan di dalam hidup ini saya yakin gak ada yg...
    • echa: aku ga tau….apakah aku termasuk orang yang termasuk termotivasi apa ga,,,,tapi aku ngerasa,,,,kalo udah...
    • yohanes tantama: Memang tidak mudah tapi semoga kesadaran dari hati nurani masih membuat kita mau bergulat dengan...
    • Tangguh MP: Mr. Yohanes, setelah saya membaca artikel anda, muncul suatu pertanyaan dalam benak saya. bagamiana...
    • tony: Sekalipun tantangan demi tantangan menghadang..Zhang Da tetap tegar menghadapinya. Ketulusan dan kepolosan...
    • tony: Pak Yohanes, tks untuk artikel kaca spion-nya Andy Noya. Itulah sukacita Tuhan yang terpancar pd bung Andy....
    • : Salam kenal juga Pak
    • Rudy Hermawan: Penderitaan mendewasakan orang…cinta membuatnya semakin matang. Terima kasih untuk inspirasi...
    • Yohanes T: 1. Kita bisa berdiskusi Pak saling berbagi pengalaman. Kirim saja email ke yohanes.progress@gmail.com. 2....
    • Dedy Prasetio: Dear Mr Yohaness, saya membaca artikel anda sungguh menggugah saya untuk terus belajar dan belajar...
  • « Berat Segelas Air | Home | Kisah sebuah pencil »

    Kebanggan bukan berdasarkan materi

    By | May 26, 2009

    Beberapa waktu silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
     
    ” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?”, tanya si Pemuda.
    “Oh… Saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,  jawab ibu itu.
    ” Wouw….. hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

     
    Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu, pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.
    “Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??”

     
    “Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :
    “Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.”

     
    Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
    ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”..
    Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, “Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak.
    Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar ”

     
    Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani “??
     

     
    Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
    ” Ooo …tidak tidak begitu nak…. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”

     

    Topics: inspirational |

    Comments