<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>yohanestantama.com</title>
	<link>http://yohanestantama.com</link>
	<description>Helen Keller : Life is either a daring adventure or nothing</description>
	<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 08:45:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Qian Hong yang Tabah</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2009/qian-hong-yang-tabah/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2009/qian-hong-yang-tabah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 08:44:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[believe]]></category>

		<category><![CDATA[motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2009/qian-hong-yang-tabah/</guid>
		<description><![CDATA[     
 
Qian HongYan - Gadis Puntung yang masih tersenyum

 menyambut dunia

Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua

kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.
Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia

menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya.

Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl.

Qian menggunakan dua sangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/07/att00001.jpg" title="qian hong1"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/07/att00001.thumbnail.jpg" alt="qian hong1" /></a>     <a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/07/att00005.jpg" title="Qian Hong 2"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/07/att00005.thumbnail.jpg" alt="Qian Hong 2" /></a></pre>
<pre> <a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/07/att00007.jpg" title="Qian Hong3"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/07/att00007.thumbnail.jpg" alt="Qian Hong3" /></a></pre>
<pre>Qian HongYan - Gadis Puntung yang masih tersenyum

 menyambut dunia

Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua

kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.</pre>
<pre>Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia

menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya.

Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl.

Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret

&gt; tubuhnya dan tidak mengeluh,

&gt; &gt; walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kali.</pre>
<pre>ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke

 sana . Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia

Setelah bbrp lama, Ada yang berbaik hati dan

menyumbangkan kedua kaki palsu untuk Qian HongYan

Menghibur Teman Senasib dan . Happy aja, Masih

Tersenyum menyambut dunia

ini..</pre>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman','serif'"><strong><br />
Akan kah kita masih mengeluh dengan kondisi kita? karena alasan hal hal yg<br />
&gt; &gt; kecil.<br />
&gt; &gt; Tidak ada apa apa nya keadaan kita apabila<br />
&gt; dibandingkan dengan keadaan Gadis<br />
&gt; &gt; belia Qian Hong n Yan, yang dapat tetap ceria dan<br />
&gt; bersemangat meskipun<br />
&gt; &gt; kekurangan organ tubuh nya yang sangat vital,<br />
&gt; mobilitas sangat terhambat,<br />
&gt; &gt; keadaan ekonomi yang sangat lemah&#8230;. Tetapi tetap<br />
&gt; senyum nya adalah<br />
&gt; &gt; anugerah dari Tuhan yang terindah&#8230;..</strong><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=105&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_105" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2009/qian-hong-yang-tabah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah sebuah pencil</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2009/kisah-sebuah-pencil/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2009/kisah-sebuah-pencil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 13:13:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2009/kisah-sebuah-pencil/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang
anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah  surat.
&#8220;Nenek
lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang  aku?&#8221;
Mendengar
pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan  berkata kepada
cucunya,
&#8220;Sebenarnya
nenek sedang menulis tentang kamu,  tapi ada yang lebih penting dari isi
tulisan
ini yaitu pensil yang nenek  pakai.
&#8220;Nenek
harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang<br />
anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah  surat.<br />
&#8220;Nenek<br />
lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang  aku?&#8221;<br />
Mendengar<br />
pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan  berkata kepada<br />
cucunya,<br />
&#8220;Sebenarnya<br />
nenek sedang menulis tentang kamu,  tapi ada yang lebih penting dari isi<br />
tulisan<br />
ini yaitu pensil yang nenek  pakai.<br />
&#8220;Nenek<br />
harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti&#8221;  ujar si<br />
nenek<br />
lagi.<br />
Mendengar<br />
jawab ini, si cucu kemudian melihat  pensilnya dan bertanya kembali<br />
kepada si<br />
nenek ketika dia melihat tidak  ada yang istimewa dari pensil yang nenek<br />
pakai.<br />
&#8220;Tapi<br />
nek sepertinya  pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya..&#8221;  Ujar<br />
si<br />
cucu<br />
Si<br />
nenek kemudian menjawab, &#8220;Itu semua tergantung  bagaimana kamu melihat<br />
pensil ini.&#8221;<br />
&#8220;Pensil<br />
ini mempunyai 5 kualitas  yang bisa membuatmu selalu tenang dalam<br />
menjalani<br />
hidup, kalau kamu selalu  memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup<br />
ini.&#8221; <a href="http://yohanestantama.com/2009/kisah-sebuah-pencil/#more-101" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=101&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_101" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2009/kisah-sebuah-pencil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kebanggan bukan berdasarkan materi</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2009/kebanggan-bukan-berdasarkan-materi/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2009/kebanggan-bukan-berdasarkan-materi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 12:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2009/kebanggan-bukan-berdasarkan-materi/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang  sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang  sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan  ringan. 
 
&#8221; Ibu,  ada acara apa pergi ke Jakarta ?&#8221;, tanya si Pemuda.
&#8220;Oh&#8230; Saya mau ke  Jakarta terus &#8220;connecting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial">Beberapa waktu silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang  sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang  sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan  ringan. </font><br />
<font face="Times" size="4"> </font><br />
<font face="Arial">&#8221; Ibu,  ada acara apa pergi ke Jakarta ?&#8221;, tanya si Pemuda.<br />
&#8220;Oh&#8230; Saya mau ke  Jakarta terus &#8220;connecting flight&#8221; ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua&#8221;,   jawab ibu itu.<br />
&#8221; Wouw&#8230;.. hebat sekali putra ibu&#8221; pemuda itu menyahut dan  terdiam sejenak. </font><br />
<font face="Times" size="4"> </font><br />
<font face="Arial">Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu,  pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.<br />
&#8220;Kalau saya tidak salah ,anak yang di  Singapore tadi, putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??&#8221;  </font><br />
<font face="Times" size="4"> </font><br />
<font face="Arial">&#8220;Oh ya tentu &#8221;  si Ibu bercerita :<br />
&#8220;Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang  keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta,  yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi  Dosen di Semarang.&#8221;</font><br />
<font face="Times" size="4"> </font><br />
<font face="Arial">Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan  sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.<br />
&#8221; Terus bagaimana dengan anak  pertama ibu ??&#8221;..<br />
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, &#8220;Anak  saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak.<br />
Dia menggarap sawahnya  sendiri yang tidak terlalu lebar &#8221; </font><br />
<font face="Times" size="4"> </font><br />
<font face="Arial">Pemuda itu segera menyahut, &#8220;Maaf ya Bu&#8230;..  kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan  tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani &#8220;??  </font><br />
<font face="Times" size="4"> </font></p>
<p><font face="Times" size="4"> </font><br />
<font face="Arial">Dengan tersenyum ibu itu menjawab,<br />
&#8221; Ooo &#8230;tidak tidak begitu  nak&#8230;. Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang  membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani&#8221; </font><br />
<font face="Times" size="4"> </font></p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=100&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_100" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2009/kebanggan-bukan-berdasarkan-materi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berat Segelas Air</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2009/berat-segelas-air/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2009/berat-segelas-air/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 08:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2009/berat-segelas-air/</guid>
		<description><![CDATA[Pada Saat Kuliah Tentang  Manajemen Stress,
&#62;
&#62; Stephen Covey Mengangkat Segelas  Air Dan Bertanya Kepada Para
&#62; Siswanya,
&#62;
&#62; &#8220;Seberapa  Berat Menurut Anda, Kira-Kira Segelas Air Ini..?&#8221;
&#62;
&#62; Para Siswa Menjawab Mulai Dari 200 Gram Sampai 500  Gram,
&#62;
&#62; &#8220;Ini Bukanlah Masalah Berat Absolutnya..
&#62; Tapi Tergantung Berapa Lama Anda Memegangnya. .&#8221; Kata Covey,
&#62;
&#62; &#8220;Jika Saya Memegangnya Selama 1 Menit.. Tidak  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Saat Kuliah Tentang  Manajemen Stress,<br />
&gt;<br />
&gt; Stephen Covey Mengangkat Segelas  Air Dan Bertanya Kepada Para<br />
&gt; Siswanya,<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Seberapa  Berat Menurut Anda, Kira-Kira Segelas Air Ini..?&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; Para Siswa Menjawab Mulai Dari 200 Gram Sampai 500  Gram,<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Ini Bukanlah Masalah Berat Absolutnya..<br />
&gt; Tapi Tergantung Berapa Lama Anda Memegangnya. .&#8221; Kata Covey,<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Jika Saya Memegangnya Selama 1 Menit.. Tidak  Ada Masalah..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Jika Saya Memegangnya Selama 1  Jam&#8230; Lengan Kanan Saya Akan<br />
&gt; Sakit..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Dan Jika  Saya Memegangnya Selama 1 Hari Penuh..<br />
&gt; Mungkin Anda  Harus Memanggilkan Ambulans Untuk Saya..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Beratnya  Sebenarnya Sama.. Tapi Semakin Lama Saya Memegangnya. .<br />
&gt; Maka Bebannya Akan Semakin Berat..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Jika Kita  Membawa Beban Kita Terus Menerus..<br />
&gt; Lambat Laun Kita  Tidak Akan Mampu Membawanya Lagi..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Beban Itu Akan  Meningkat Beratnya..&#8221;<br />
&gt; Lanjut Covey,<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Apa Yang  Harus Kita Lakukan Adalah Meletakkan Gelas Tersebut..<br />
&gt; Istirahat Sejenak Sebelum Mengangkatnya Lagi..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Kita Harus Meninggalkan Beban Kita Secara  Periodik..<br />
&gt; Agar Kita Dapat Lebih<br />
&gt; Segar Dan Mampu  Membawanya Lagi..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Jadi Sebelum Pulang Ke Rumah  Dari Pekerjaan Sore Ini.. Tinggalkan<br />
&gt; Beban Pekerjaan&#8230;  .&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Jangan Bawa Pulang.. Beban Itu Dapat Diambil  Lagi Besok..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Apapun Beban Yang Ada Di Pundak Anda  Hari Ini&#8230;<br />
&gt; Coba Tinggalkan Sejenak Jika Bisa..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Setelah Beristirahat. . Nanti Dapat Diambil Lagi..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Hidup Ini Singkat.. Jadi Cobalah Menikmatinya Dan Memanfaatkannya.<br />
&gt; .!&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Hal Terindah Dan Terbaik Di  Dunia Ini Tak Dapat Dilihat, Atau<br />
&gt; Disentuh..&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt; &#8220;Tapi Dapat Dirasakan Jauh Di Relung Hati Kita..!&#8221;<br />
&gt; Catatan:<br />
&gt; Demikian pula dengan  stress,<br />
&gt; bila kita tidak mampu melepaskan sedikit demi  sedikit, tentu anda<br />
&gt; dapat membayangkan apa yang akan  terjadi ?!<br />
&gt; di copy paste dari: kiriman  Fiena Rosalina<br />
&gt;</p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=99&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_99" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2009/berat-segelas-air/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Beauty Of Love</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2009/the-beauty-of-love/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2009/the-beauty-of-love/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 14:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2009/the-beauty-of-love/</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah arus mode banyaknya perceraian yang beritanya membombardir kita lewat Televisi maupun Koran, ada baiknya kita melihat pasangan ini,
              
Bagaimana menurut anda?
Beritahu Teman
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditengah arus mode banyaknya perceraian yang beritanya membombardir kita lewat Televisi maupun Koran, ada baiknya kita melihat pasangan ini,</p>
<p><a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26727.jpg" title="love1"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26727.thumbnail.jpg" alt="love1" /></a>    <a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26728.jpg" title="love2"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26728.thumbnail.jpg" alt="love2" />    </a><a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26731.jpg" title="1_26731.jpg"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26731.thumbnail.jpg" alt="1_26731.jpg" />      </a><a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26732.jpg" title="1_26732.jpg"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2009/01/1_26732.thumbnail.jpg" alt="1_26732.jpg" /></a></p>
<p>Bagaimana menurut anda?</p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=94&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_94" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2009/the-beauty-of-love/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Sebuah Karir</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2009/mahalnya-sebuah-karir/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2009/mahalnya-sebuah-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 13:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2009/mahalnya-sebuah-karir/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Nyata /bukan tidak jadi masalah 
Yang penting , kita bisa mengabil  hikmahnya

Sebuah kesaksian        yang perlu direnungkan&#8230;.
Apa yang kita cari        sekarang ini&#8230;.
Demi uang???? atau        Demi Karier???
Atau&#8230;..

Saya        [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 11pt; color: #1f497d"><font face="Trebuchet MS">Kisah Nyata /bukan tidak jadi masalah </font></span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; color: #1f497d"><font face="Trebuchet MS">Yang penting , kita bisa mengabil  hikmahnya</font></span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; color: #1f497d"></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Comic Sans MS'">Sebuah kesaksian        yang perlu direnungkan&#8230;.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Comic Sans MS'">Apa yang kita cari        sekarang ini&#8230;.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Comic Sans MS'">Demi uang???? atau        Demi Karier???</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Comic Sans MS'">Atau&#8230;..</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; color: #2f2f2f"></p>
<p></span><span style="font-size: 10pt; color: #2f2f2f; font-family: 'Comic Sans MS'">Saya        seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah        Perusahaan<br />
multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap        saya orang yang<br />
berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya        boleh memilih maka<br />
saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak        seperti sekarang dan<br />
menganggap apa yang saya raih sungguh        sia-sia.</p>
<p>Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang        berusia 19 tahun baru<br />
saja meninggal karena overdosis        narkotika.<br />
Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya        saat ini masih<br />
terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan        mengalami kelumpuhan<br />
karena memikirkan musibah ini.</p>
<p>Putera saya        satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarang<br />
masih        dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa<br />
sangat        terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa        saya<br />
harapkan.</p>
<p>Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang        dengan kepergian Bik Inah<br />
pembantu kami..</p>
<p>Hingga dia terjerumus        dalam pemakaian Narkoba.</p>
<p>Mungkin terdengar aneh kepergian seorang        pembantu bisa membawa dampak<br />
Begitu hebat pada putri kami.</span> <a href="http://yohanestantama.com/2009/mahalnya-sebuah-karir/#more-93" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=93&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_93" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2009/mahalnya-sebuah-karir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mewujudkan Impian Kita Atau Membantu Mewujudkan Impian Orang Lain</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2008/mewujudkan-impian-kita-atau-membantu-mewujudkan-impian-orang-lain/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2008/mewujudkan-impian-kita-atau-membantu-mewujudkan-impian-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 01:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<category><![CDATA[mission]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2008/mewujudkan-impian-kita-atau-membantu-mewujudkan-impian-orang-lain/</guid>
		<description><![CDATA[Tenzing Norgay
(Embedded image moved to file: pic24484.gif)
sebelah kanan (foto)
Tenzing Norgay?&#8230;..apaan sih&#8230;..atau. ..siapa sih&#8230;.
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan
mengatakan nama yang aneh&#8230;..dari negara mana nama tersebut berasal?&#8230;. .
Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya&#8230;mungkin juga
belum&#8230;bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary&#8230;ya kalau
yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2008/09/pic24484.gif" title="pic24484.gif"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2008/09/pic24484.thumbnail.gif" alt="pic24484.gif" /></a>Tenzing Norgay</p>
<p>(Embedded image moved to file: pic24484.gif)</p>
<p>sebelah kanan (foto)</p>
<p>Tenzing Norgay?&#8230;..apaan sih&#8230;..atau. ..siapa sih&#8230;.<br />
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan<br />
mengatakan nama yang aneh&#8230;..dari negara mana nama tersebut berasal?&#8230;. .</p>
<p>Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya&#8230;mungkin juga<br />
belum&#8230;bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary&#8230;ya kalau<br />
yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah<br />
mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti<br />
seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil<br />
mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat<br />
ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.<br />
Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu<br />
bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing<br />
Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund<br />
Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan<br />
Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest<br />
pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama<br />
didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan<br />
pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu<br />
tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha<br />
menaklukkan Everest mengalami kegagalan.<br />
Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat<br />
baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk<br />
mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena<br />
keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari<br />
Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi<br />
orang yang paling dikenal di seluruh dunia.<br />
Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat<br />
besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua<br />
yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu yang<br />
membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa<br />
saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest<br />
bukan Sir Edmund Hillary.<br />
Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari<br />
puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir<br />
Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing<br />
Norgay, berikut cuplikannya :<br />
Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak<br />
gunung tertinggi di dunia?<br />
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali<br />
Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya<br />
posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi<br />
orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest ? <a href="http://yohanestantama.com/2008/mewujudkan-impian-kita-atau-membantu-mewujudkan-impian-orang-lain/#more-92" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=92&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_92" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2008/mewujudkan-impian-kita-atau-membantu-mewujudkan-impian-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Never Give Up&#8230;&#8230;Keep Moving Forward&#8230;.</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2008/never-give-upkeep-moving-forward/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2008/never-give-upkeep-moving-forward/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 15:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<category><![CDATA[dream]]></category>

		<category><![CDATA[motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2008/never-give-upkeep-moving-forward/</guid>
		<description><![CDATA[&#62; Sent: Wednesday, September 10, 2008 7:41 AM
&#62; Subject: One touching true story &#8230;.Never Give Up&#8230;&#8230;Keep Moving
&#62; forward&#8230;.
&#62;
&#62;
&#62; Kisah yang mengharukan. &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;
&#62;
&#62; Cuma mau berbagi cerita yang bagus untuk dicontoh dan membuat motivasi
&#62; bagi kita untuk tidak menyerah dengan keadaan yang kurang beruntung.
&#62; ..
&#62; Smoga bermanfaat..
&#62;
&#62; Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&gt; Sent: Wednesday, September 10, 2008 7:41 AM<br />
&gt; Subject: One touching true story &#8230;.Never Give Up&#8230;&#8230;Keep Moving<br />
&gt; forward&#8230;.<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt; Kisah yang mengharukan. &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;<br />
&gt;<br />
&gt; Cuma mau berbagi cerita yang bagus untuk dicontoh dan membuat motivasi<br />
&gt; bagi kita untuk tidak menyerah dengan keadaan yang kurang beruntung.<br />
&gt; ..<br />
&gt; Smoga bermanfaat..<br />
&gt;<br />
&gt; Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa,<br />
&gt; sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada papanya,<br />
&gt; hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan<br />
&gt; dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki<br />
&gt; yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut<br />
&gt; anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat<br />
&gt; demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki<br />
&gt; apa yang Zhang Da perbuat  maka merekapun memutuskan untuk<br />
&gt; menganugerahi penghargaan Negara yang tinggi kepadanya.<br />
&gt; Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah<br />
&gt; melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk<br />
&gt; China .<br />
&gt;<br />
&gt; Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China , di Propinsi Jiangxu, kota<br />
&gt; Nanjing , serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok<br />
&gt; negeri,memberikan  penghargaan kepada 10<br />
&gt; (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.<br />
&gt;<br />
&gt; Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah<br />
&gt; tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit<br />
&gt; keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang<br />
&gt; tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini<br />
&gt; memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun<br />
&gt; untuk mengambil tanggungja wab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia<br />
&gt; harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga<br />
&gt; harus memikirkan obat-obat yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam<br />
&gt; kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.<br />
&gt;<br />
&gt; Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan<br />
&gt; pahit ini. Ia hanyalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus<br />
&gt; menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat<br />
&gt; Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. <a href="http://yohanestantama.com/2008/never-give-upkeep-moving-forward/#more-90" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=90&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_90" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2008/never-give-upkeep-moving-forward/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Kita Telah Berubah?</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2008/apakah-kita-telah-berubah/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2008/apakah-kita-telah-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 11:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[inspirational]]></category>

		<category><![CDATA[success]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2008/apakah-kita-telah-berubah/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu cerita yang dikirim oleh teman saya yang saya kira cukup punya banyak nilai untuk ditampilkan. Terimakasih untuk Bp. Andy yang menulis cerita ini.
Kaca  Spion
oleh Andy F.  Noya

Sejak  bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan
Soemantri  Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta . Tapi, suatu hari
ada kerinduan dan  dorongan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu cerita yang dikirim oleh teman saya yang saya kira cukup punya banyak nilai untuk ditampilkan. Terimakasih untuk Bp. Andy yang menulis cerita ini.</p>
<p><strong><font color="#003300" size="5" face="Trebuchet MS"><span style="font-weight: bold; font-size: 16pt; color: #003300; font-family: 'Trebuchet MS'">Kaca  Spion</span></font></strong><font color="#003300" face="Trebuchet MS"><span style="color: #003300; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
oleh</span></font><font color="#003300" size="2" face="Trebuchet MS"><span style="font-size: 11pt; color: #003300; font-family: 'Trebuchet MS'"> Andy F.  Noya<o:p></o:p></span></font></p>
<p><font color="#003300" size="3" face="Trebuchet MS"><span style="font-size: 12pt; color: #003300; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
Sejak  bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan<br />
Soemantri  Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Jakarta</st1:city></st1:place> . Tapi, suatu hari<br />
ada kerinduan dan  dorongan yang luar biasa untuk ke <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">sana</st1:city></st1:place> . Bukan untuk<br />
baca buku, melainkan  makan gado-gado di luar pagar perpustakaan.<br />
Gado-gado yang dulu selalu  membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga<br />
suap, saya merasa gado-gado yang  masuk ke mulut jauh dari bayangan masa<br />
lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin  saya jilat sampai piringnya<br />
mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini  gado-gado yang saya makan<br />
dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga  masih sama. Tapi<br />
mengapa rasanya jauh berbeda?<br />
Malamnya, soal gado-gado  itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal<br />
rasanya yang mengecewakan, tetapi  ada hal lain yang membuat saya gundah.</p>
<p>Sewaktu kuliah, hampir setiap  siang, sebelum ke kampus saya selalu<br />
mampir ke perpustakaan Soemantri  Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya.<br />
Selain karena harus menyalin  bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib<br />
yang tidak mampu saya beli, berada  di antara ratusan buku membuat saya<br />
merasa begitu bahagia. Biasanya satu  sampai dua jam saya di <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">sana</st1:city></st1:place> . Jika<br />
masih ada waktu, saya melahap  buku-buku yang saya minati. Bau harum<br />
buku, terutama buku baru, sungguh  membuat pikiran terang dan hati riang.<br />
Sebelum meninggalkan perpustakaan,  biasanya saya singgah di gerobak<br />
gado-gado di sudut jalan, di luar pagar.  Kain penutupnya khas, warna<br />
hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado  paling enak seantero<br />
<st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Jakarta</st1:city></st1:place> . Harganya Rp 500 sepiring sudah  termasuk lontong. Makan<br />
sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang  lebih, saya pasti nambah<br />
satu piring lagi. Tahun berganti tahun. Drop out  dari kuliah, saya<br />
bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan  Siapa Orang<br />
<st1:place w:st="on"><st1:country-region w:st="on">Indonesia</st1:country-region></st1:place> .. Kemudian pindah menjadi  reporter di Harian Bisnis <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Indonesia</st1:place></st1:country-region>.<o:p></o:p></span></font></p>
<p><font color="#003300" size="3" face="Trebuchet MS"><span style="font-size: 12pt; color: #003300; font-family: 'Trebuchet MS'">Setelah itu  menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya terus<br />
meningkat hingga menjadi  pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan<br />
Metro TV.<br />
Sampai suatu  hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di<br />
sudut jalan itu.  Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya<br />
menjadi gundah. Kegundahan  yang aneh. Kepada istri saya utarakan<br />
kegundahan tersebut. Saya risau saya  sudah berubah dan tidak lagi<br />
menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil  saya berjanji jika suatu<br />
hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya  mobil sendiri, dan<br />
punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak  ingin menjadi<br />
sombong karenanya.</span></font> <a href="http://yohanestantama.com/2008/apakah-kita-telah-berubah/#more-89" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=89&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_89" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2008/apakah-kita-telah-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>“You don’t have to put an age limit on your dreams”</title>
		<link>http://yohanestantama.com/2008/%e2%80%9cyou-don%e2%80%99t-have-to-put-an-age-limit-on-your-dreams%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://yohanestantama.com/2008/%e2%80%9cyou-don%e2%80%99t-have-to-put-an-age-limit-on-your-dreams%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 11:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
		
		<category><![CDATA[motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohanestantama.com/2008/%e2%80%9cyou-don%e2%80%99t-have-to-put-an-age-limit-on-your-dreams%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[At the age of 41, Dara Torres is the first Olympic swimmer to compete in FIVE different Olympic games, oldest swimmer to win an Olympic medal and the first woman in history to swim in the Olympics past the age of 40.Upon winning her third Silver medal at the Beijing 2008 Games, she answered a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2008/09/daratorres.jpg" title="Champion"><img src="http://yohanestantama.com/wp-content/uploads/2008/09/daratorres.thumbnail.jpg" alt="Champion" /></a>At the age of 41, Dara Torres is the first Olympic swimmer to compete in FIVE different Olympic games, oldest swimmer to win an Olympic medal and the first woman in history to swim in the Olympics past the age of 40.Upon winning her third Silver medal at the Beijing 2008 Games, she answered a question about her age with the very telling statement, <strong>“You don’t have to put an age limit on your dreams.”</strong></p>
<p>So whether you think you’re too young or you’re too old, forget your age and get started going after your DREAM!</p>
<p class="akst_link"><a href="http://yohanestantama.com/?p=88&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_88" class="akst_share_link" rel="nofollow">Beritahu Teman</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohanestantama.com/2008/%e2%80%9cyou-don%e2%80%99t-have-to-put-an-age-limit-on-your-dreams%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
